AI Laporan
10 Software Akuntansi untuk Mengelola Keuangan Bisnis
Bandingkan 10 software akuntansi untuk mengelola keuangan bisnis, mulai dari pencatatan transaksi hingga laporan keuangan. Temukan pilihan sesuai kebutuhan usaha Anda.

Apakah bisnis Anda sudah menggunakan software akuntansi? Salah satu kegiatan bisnis yang repetitif namun menantang dan memakan waktu adalah pencatatan dan pengelolaan transaksi, dan software akuntansi adalah solusi untuk kegiatan tersebut.
Seiring perkembangan bisnis, kebutuhan pengelolaan keuangan juga semakin kompleks seperti bertambahnya transaksi penjualan, pembayaran, dan juga persediaan.
Karena itu, bisnis yang operasionalnya sudah berkembang dan ingin menjadi semakin efisien akan memilih software akuntansi lebih dulu.
Berikut kami rangkum 10 software akuntansi yang bisa Anda pertimbangkan, mulai dari solusi untuk UMKM hingga sistem yang mendukung kebutuhan perusahaan dengan proses bisnis lebih kompleks.
Rekomendasi 10 Software Akuntansi untuk Mengelola Keuangan Bisnis
1. Kledo
Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud yang membantu bisnis mengelola pencatatan keuangan dan aktivitas operasional dalam satu platform.
Karena dapat diakses melalui internet, pengguna tidak perlu bergantung pada satu komputer untuk memantau informasi keuangan bisnis.
Fitur Kledo mencakup pencatatan transaksi, pengelolaan penjualan dan pembelian, pemantauan utang dan piutang, pengelolaan persediaan, serta penyusunan laporan keuangan otomatis.
Tersedia pula fitur pengelolaan aset tetap, multi-gudang, dan berbagai laporan untuk membantu pengguna mengevaluasi kinerja bisnis. Informasi biaya produksi dan persediaan juga penting bagi bisnis dagang maupun manufaktur untuk menghitung HPP secara lebih terstruktur.
Kledo cocok untuk UMKM maupun bisnis berkembang yang membutuhkan sistem pembukuan yang mudah digunakan bahkan tanpa latar belakang akuntansi. Kledo juga menyediakan paket gratis agar pelaku bisa mulai mendigitalisasi pencatatan keuangan sesuai kebutuhan awal bisnis.
2. HashMicro
HashMicro menyediakan software akuntansi yang terintegrasi dengan sistem ERP untuk membantu perusahaan mengelola proses keuangan dan operasional secara menyeluruh. Solusinya dirancang untuk bisnis yang membutuhkan koordinasi data antarbagian, mulai dari keuangan hingga pengadaan dan persediaan.
Fitur yang tersedia mencakup pencatatan jurnal, pengelolaan utang dan piutang, rekonsiliasi bank, penganggaran, serta pelaporan keuangan. Software ini juga terintegrasi dengan modul ERP lainnya untuk menghubungkan transaksi keuangan dengan aktivitas operasional lainnya.
HashMicro cocok untuk perusahaan menengah hingga besar yang mempunyai proses bisnis kompleks atau membutuhkan konfigurasi sistem sesuai alur kerja.
Namun sebelum memilih, sebaiknya evaluasi modul yang diperlukan, kebutuhan implementasi, dan total biaya kepemilikan.
3. EQUIP
EQUIP merupakan penyedia software bisnis terintegrasi yang menawarkan solusi untuk membantu perusahaan mengelola keuangan sekaligus aktivitas operasional.
Sistem ERP-nya mengumpulkan data dari berbagai departemen dan menghubungkannya.
Fitur Equip ERP mencakup pencatatan transaksi, pengelolaan piutang dan utang, laporan keuangan, serta pemantauan anggaran.
Tidak hanya itu, software ini juga memiliki berbagai modul yang bisa digunakan dan menghubungkan informasi keuangan dengan penjualan, persediaan, pembelian, dan proses bisnis lainnya.
EQUIP cocok untuk perusahaan yang ingin mengurangi pencatatan berulang di berbagai aplikasi.
Namun, sebaiknya petakan dulu proses kerja dan kebutuhan setiap departemen agar sistem yang diterapkan benar-benar sesuai dengan operasional sehari-hari.
4. Beecloud
Beecloud adalah software akuntansi berbasis cloud dari ekosistem Bee yang ditujukan untuk membantu bisnis mengelola transaksi dan persediaan secara lebih praktis.
Sistem berbasis cloud memungkinkan pengguna mengakses data melalui perangkat yang terhubung dengan internet.
Fitur yang ditawarkan mencakup pencatatan penjualan dan pembelian, pengelolaan stok, pemantauan utang dan piutang, serta laporan keuangan.
Ketersediaan fitur persediaan dan transaksi operasional membuatnya relevan bagi bisnis dagang yang perlu memantau pergerakan barang sekaligus kondisi keuangannya.
Beecloud cocok untuk toko, distributor, dan UMKM yang ingin menghubungkan pencatatan transaksi dengan pengelolaan stok. Saat mengevaluasinya, pastikan paket yang dipilih mendukung kebutuhan jumlah pengguna, gudang, dan integrasi yang Anda butuhkan.
5. Jubelio
Jubelio dikenal sebagai platform omnichannel yang membantu bisnis mengelola penjualan dari berbagai kanal.
Selain mendukung operasional perdagangan, platform ini menyediakan kemampuan pengelolaan data yang berkaitan dengan transaksi dan keuangan bisnis.
Bagi penjual online, integrasi data dari marketplace dan kanal penjualan lainnya dapat membantu menyederhanakan pemantauan pesanan, persediaan, dan transaksi. Ketersediaan data yang lebih terpusat juga dapat memudahkan proses pencocokan penjualan dengan catatan keuangan.
Dengan keunggulan tersebut, Jubelio cocok untuk bisnis e-commerce yang berjualan melalui beberapa marketplace atau kanal sekaligus.
6. Paper.id
Paper.id merupakan platform bisnis yang berfokus pada pengelolaan invoice dan transaksi pembayaran.
Platform ini membantu perusahaan mengatur proses penagihan, memantau status pembayaran, dan mengelola dokumen transaksi secara digital.
Fitur yang ditawarkan mencakup pembuatan invoice, pemantauan tagihan, serta dukungan terhadap proses pembayaran digital.
Dengan pencatatan status tagihan yang lebih terstruktur, bisnis dapat mengetahui invoice mana yang sudah dibayar dan mana yang masih perlu ditindaklanjuti.
Paper.id direkomendasikan untuk bisnis yang menghadapi banyak transaksi B2B dan membutuhkan proses penagihan yang lebih rapi.
7. Odoo
Odoo merupakan platform bisnis modular yang menyediakan berbagai aplikasi, termasuk akuntansi, penjualan, inventaris, pembelian, dan CRM.
Perusahaan dapat memilih modul sesuai kebutuhan dan menambahkan fungsi lain ketika operasional berkembang.
Modul akuntansinya mendukung pencatatan transaksi, pengelolaan invoice, pemantauan utang dan piutang, serta penyusunan laporan keuangan.
Integrasi dengan modul penjualan dan inventarisnya pun membantu menghubungkan transaksi operasional dengan pencatatan keuangan.
Odoo cocok untuk bisnis yang membutuhkan fleksibilitas dalam membangun sistem terintegrasi.
8. SAP Business One
SAP Business One adalah sistem ERP yang dirancang untuk membantu usaha kecil dan menengah mengintegrasikan berbagai proses bisnis, termasuk keuangan, penjualan, pembelian, persediaan, dan operasional.
Dari sisi akuntansi, sistem ini mendukung pengelolaan jurnal, buku besar, piutang, utang, arus kas, dan laporan keuangan.
Integrasi antarmodul membantu perusahaan memperoleh informasi yang lebih konsisten karena transaksi operasional dapat terhubung dengan data keuangan.
SAP Business One relevan bagi perusahaan yang sedang berkembang dan membutuhkan kontrol lebih kuat terhadap banyak proses bisnis. Namun, penerapannya membutuhkan perencanaan, penyesuaian proses, serta pertimbangan anggaran implementasi dan pemeliharaan.
9. BukuWarung
BukuWarung merupakan aplikasi yang dikenal untuk membantu pelaku usaha kecil mencatat transaksi dan memantau kondisi keuangan sehari-hari.
Antarmukanya relatif sederhana sehingga dapat menjadi titik awal bagi bisnis yang sebelumnya mengandalkan catatan manual.
Fungsi pencatatan yang tersedia berfokus pada pemasukan, pengeluaran, dan transaksi utang-piutang.
BukuWarung cocok untuk usaha warung, pedagang kecil, dan usaha mikro yang membutuhkan pencatatan dasar.
10. SI APIK
SI APIK adalah aplikasi pencatatan informasi keuangan yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk membantu usaha mikro dan kecil menyusun catatan keuangan secara lebih terstruktur.
Aplikasi ini ditujukan untuk mendukung pelaku usaha yang ingin meningkatkan kualitas pembukuan.
SI APIK membantu pengguna mencatat transaksi berdasarkan jenis kegiatan usaha dan menghasilkan laporan keuangan dari data yang dimasukkan.
Pendekatan tersebut dapat memudahkan pemilik usaha yang belum memiliki sistem pencatatan formal untuk mulai mendokumentasikan aktivitas keuangan secara konsisten.
Salah satu hal yang membuat SI APIK menarik adalah fokusnya pada kebutuhan pencatatan usaha mikro dan kecil. Aplikasi ini dapat menjadi alternatif bagi bisnis yang ingin memulai pembukuan dengan biaya perangkat lunak yang rendah.
Bagaimana Cara Memilih Software Akuntansi yang Tepat?
Untuk memilih software akuntansi yang tepat, utamakan fitur yang menjawab kebutuhan Anda.
Misalnya, Anda tidak perlu membeli software dengan fitur yang paling lengkap atau mahal jika kebutuhan Anda adalah untuk usaha mikro atau berkembang dengan jumlah transaksi yang belum terlalu banyak.
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengambil keputusan.
1. Sesuaikan dengan skala bisnis
Usaha mikro yang baru mulai melakukan pembukuan mungkin cukup dengan aplikasi pencatatan sederhana. Sementara itu, bisnis dengan transaksi yang semakin banyak biasanya membutuhkan pengelolaan jurnal, utang-piutang, persediaan, dan laporan keuangan yang lebih lengkap.
2. Periksa kelengkapan fitur
Identifikasi kebutuhan utama bisnis, seperti pencatatan transaksi, rekonsiliasi bank, pengelolaan stok, penganggaran, atau pengelolaan aset tetap. Pilih sistem yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut tanpa menambah kompleksitas yang tidak diperlukan.
3. Pertimbangkan kemudahan penggunaan
Software yang lengkap belum tentu efektif jika sulit digunakan oleh tim. Pertimbangkan kemudahan navigasi, ketersediaan pelatihan, dukungan pelanggan, dan proses pemindahan data dari sistem sebelumnya.
4. Hitung total biaya penggunaan
Selain biaya langganan atau lisensi, perhitungkan biaya implementasi, pelatihan, kustomisasi, integrasi, dan pemeliharaan. Perbandingan biaya secara menyeluruh membantu bisnis menghindari pengeluaran yang tidak sesuai dengan anggaran.
5. Evaluasi keamanan dan akses data
Informasi keuangan merupakan data penting bagi perusahaan. Periksa pengaturan hak akses pengguna, mekanisme pencadangan data, kebijakan keamanan, serta prosedur pemulihan data jika terjadi gangguan.
6. Pastikan sistem dapat mendukung pertumbuhan bisnis
Pilih software yang dapat mengikuti perubahan kebutuhan, misalnya ketika jumlah transaksi meningkat, bisnis membuka cabang baru, atau tim membutuhkan lebih banyak pengguna. Dengan demikian, perusahaan tidak perlu terlalu cepat berpindah sistem.
Kesimpulan
Software akuntansi membantu bisnis mengelola transaksi, memantau arus kas, dan menyusun laporan keuangan secara lebih terstruktur.
Namun, setiap platform memiliki fokus yang berbeda. Ada yang menitikberatkan pada pembukuan UMKM, ada yang kuat dalam pengelolaan invoice dan penjualan online, serta ada yang menawarkan integrasi ERP untuk proses bisnis yang kompleks.
Karena itu, tidak ada satu software yang otomatis paling sesuai untuk semua perusahaan. Jadi, sebelum memilih, sebaiknya bandingkan fitur, kemudahan penggunaan, biaya, dan kemampuan integrasi berdasarkan kebutuhan aktual Anda.