Kembali ke blog

Solvion Blog

Contact Center: Solusi Layanan Pelanggan Terpadu untuk Bisnis

Contact center membantu bisnis menangani semua interaksi pelanggan dalam satu sistem terpadu. Simak jenis, manfaat, dan cara membangunnya.

12 Agustus 20269 min
contact center solusi layanan pelanggan terpadu

Bayangkan jika ada satu agen yang harus membalas chat WhatsApp, email, dan komentar media sosial secara bergantian sering kehilangan konteks percakapan karena berpindah pindah aplikasi.

Riset Microsoft dalam laporan 2015 Global Customer Service Report mencatat 62 persen konsumen global pernah berhenti berbisnis dengan sebuah brand akibat pelayanan yang buruk. Data ini memang berasal dari tahun 2015, namun pola dasarnya, yaitu pelanggan meninggalkan brand karena respons yang buruk, masih relevan diamati pada kebiasaan konsumen digital saat ini.

Memahami contact center secara menyeluruh penting bagi bisnis yang ingin menjaga kualitas layanan tetap konsisten di tengah bertambahnya jumlah kanal komunikasi.

Apa Itu Contact Center?

Contact center adalah sistem terpadu yang menyatukan seluruh interaksi pelanggan dari berbagai kanal komunikasi ke dalam satu platform yang sama. Sistem ini memungkinkan tim layanan pelanggan menangani pertanyaan, keluhan, maupun follow up tanpa harus berpindah pindah aplikasi untuk tiap kanal yang berbeda.

Perbedaan Contact Center dan Call Center

Contact center sering disamakan dengan call center, padahal keduanya punya cakupan yang berbeda. Perbedaan ini penting dipahami sebelum bisnis memutuskan sistem layanan pelanggan seperti apa yang dibutuhkan.

Call Center Berfokus pada Telepon

Call center secara khusus menangani interaksi pelanggan lewat panggilan telepon saja. Cakupannya lebih sempit dan biasanya digunakan bisnis yang mayoritas pelanggannya masih mengandalkan komunikasi via suara.

Contact Center Mencakup Banyak Kanal Sekaligus

Contact center menangani interaksi pelanggan dari berbagai kanal dalam satu sistem yang terintegrasi, termasuk telepon, chat, email, dan media sosial. Pendekatan ini lebih relevan untuk bisnis masa kini yang pelanggannya tersebar di banyak platform komunikasi berbeda.

Fitur Utama di Contact Center Modern

Contact center modern tidak lagi sekadar menampung pesan dari berbagai kanal, melainkan dilengkapi fitur yang membantu tim bekerja lebih efisien. Empat fitur berikut biasanya menjadi standar di contact center masa kini.

1. Integrasi Omnichannel

Fitur ini menyatukan semua kanal komunikasi, mulai dari telepon, chat, email, hingga media sosial, ke dalam satu tampilan kerja yang sama. Tim tidak perlu membuka aplikasi berbeda untuk tiap kanal, sehingga konteks percakapan pelanggan tetap utuh.

2. Sistem Antrian dan Routing Otomatis

Fitur ini mengarahkan setiap interaksi yang masuk ke agen yang paling sesuai berdasarkan ketersediaan atau jenis permintaan pelanggan. Sistem ini membantu mengurangi waktu tunggu dan memastikan pertanyaan sampai ke orang yang tepat sejak awal.

3. Dashboard Analitik dan Pelaporan

Fitur ini menyajikan data seperti volume interaksi, waktu respons, dan tingkat kepuasan pelanggan dalam satu tampilan yang mudah dipantau. Data ini membantu tim manajemen mengevaluasi performa layanan secara berkala, bukan hanya berdasarkan asumsi.

4. Integrasi dengan Data Pelanggan

Fitur ini menghubungkan riwayat interaksi dengan data pelanggan yang sudah ada, seperti riwayat pembelian atau keluhan sebelumnya. Integrasi ini membuat setiap percakapan terasa lebih personal karena agen sudah punya konteks sebelum merespons.

Apa Saja Jenis Layanan dalam Contact Center?

Layanan dalam contact center tidak hanya soal menjawab pertanyaan yang masuk, tapi juga mencakup interaksi yang diinisiasi oleh bisnis itu sendiri. Tiga jenis layanan berikut biasanya menjadi bagian dari operasional contact center.

1. Layanan Inbound

Layanan ini menangani interaksi yang diinisiasi oleh pelanggan, seperti pertanyaan produk, keluhan, atau permintaan bantuan teknis. Sebagian besar operasional contact center biasanya berfokus pada jenis layanan ini.

2. Layanan Outbound

Layanan ini mencakup interaksi yang diinisiasi oleh bisnis, seperti follow up penjualan, survei kepuasan, atau pengingat pembayaran. Layanan outbound sering dipakai untuk menjaga hubungan proaktif dengan pelanggan, bukan hanya menunggu mereka menghubungi lebih dulu.

3. Layanan Blended

Layanan ini menggabungkan penanganan inbound dan outbound dalam satu tim yang sama, tergantung kebutuhan pada waktu tertentu. Pendekatan ini membantu bisnis menggunakan sumber daya secara lebih fleksibel dibanding memisahkan tim untuk masing masing jenis layanan.

Kenapa Bisnis Membutuhkan Contact Center?

Kebutuhan akan contact center muncul seiring bertambahnya kanal komunikasi yang dipakai pelanggan untuk menghubungi bisnis. Empat alasan berikut menjelaskan kenapa sistem ini menjadi semakin relevan.

1. Menyesuaikan dengan Preferensi Kanal yang Beragam

Setiap kelompok pelanggan punya preferensi kanal yang berbeda beda, ada yang masih nyaman menelepon, sebagian lain lebih memilih chat atau media sosial. Contact center membantu bisnis melayani berbagai preferensi ini tanpa harus memaksa semua pelanggan memakai satu kanal yang sama.

2. Menjaga Konsistensi Respons di Semua Kanal

Tanpa sistem yang terpadu, jawaban yang diberikan lewat satu kanal bisa berbeda dengan kanal lainnya untuk pertanyaan yang sama. Riset SuperOffice yang menganalisis 1.000 perusahaan mencatat 62 persen di antaranya tidak merespons email pelanggan sama sekali, dan perusahaan yang merespons pun membutuhkan waktu rata rata 12 jam 10 menit, kondisi yang menunjukkan betapa mudahnya satu kanal terlewat tanpa sistem yang menyatukan semuanya.

3. Menyediakan Data Terpusat untuk Analisis

Semua interaksi pelanggan yang tercatat dalam satu sistem memudahkan bisnis menganalisis pola keluhan, waktu respons, dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Data ini menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat dibanding hanya mengandalkan asumsi.

4. Menghemat Biaya Operasional dalam Jangka Panjang

Menangani semua kanal dalam satu sistem terpadu lebih efisien dibanding membangun tim terpisah untuk tiap kanal komunikasi. Riset McKinsey pada sektor omnichannel secara umum mencatat perusahaan yang menerapkan transformasi omnichannel melaporkan peningkatan efisiensi biaya layanan sebesar 3 sampai 7 persen, sebuah prinsip yang juga relevan diterapkan pada pengelolaan contact center.

Bagaimana Cara Membangun Contact Center yang Efektif?

Membangun contact center tidak selalu berarti investasi besar di awal. Empat langkah berikut bisa membantu bisnis mulai membangun sistem layanan pelanggan yang lebih terpadu.

1. Petakan Kanal yang Paling Sering Digunakan Pelanggan

Identifikasi kanal mana yang paling banyak dipakai pelanggan untuk menghubungi bisnis sebelum menentukan sistem yang akan dibangun. Fokus pada kanal utama terlebih dahulu lebih realistis dibanding langsung mencakup semua kanal sekaligus.

2. Satukan Pencatatan Interaksi dari Berbagai Kanal

Gunakan sistem pencatatan yang bisa menyatukan riwayat percakapan dari berbagai kanal, agar tim tidak perlu berpindah pindah aplikasi untuk melihat konteks pelanggan. Pencatatan yang terpusat juga mempercepat proses follow up di kemudian hari.

3. Tetapkan Standar Kualitas dan Waktu Respons

Buat panduan dasar soal berapa lama target waktu respons dan seperti apa nada bicara yang konsisten di semua kanal. Standar ini membantu menjaga kualitas layanan tetap sama meski ditangani oleh orang yang berbeda.

4. Manfaatkan Bantuan AI untuk Menjaga Konsistensi Layanan

Bisnis bisa memanfaatkan bantuan seperti Sari.AI dari Solvion untuk menjaga respons tetap konsisten di berbagai kanal tanpa harus membangun tim besar sejak awal. Cara ini membantu bisnis mendapatkan manfaat contact center tanpa investasi infrastruktur yang rumit.

Keempat langkah ini bisa diterapkan secara bertahap sesuai kemampuan bisnis. Memulai dari kanal utama dan pencatatan yang rapi akan membuat transisi ke sistem yang lebih terpadu terasa jauh lebih mudah.

Kesimpulan

Contact center bukan sekadar istilah lain untuk call center, melainkan pendekatan menyeluruh dalam mengelola interaksi pelanggan di berbagai kanal komunikasi sekaligus. Bisnis yang mengelola kanal komunikasinya secara terpadu cenderung lebih mudah menjaga konsistensi dan kepuasan pelanggan dibanding yang masih menangani setiap kanal secara terpisah.

Memetakan kanal utama dan menyatukan pencatatan interaksi adalah langkah awal yang realistis untuk mulai diterapkan. Namun begitu jumlah kanal dan volume interaksi terus bertambah, mengelolanya secara manual biasanya kembali kewalahan mengikuti kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

Bantuan seperti Sari.AI dari Solvion bisa dipertimbangkan untuk mengisi celah ini. Sari.AI dirancang membantu bisnis menjaga respons pelanggan tetap konsisten di berbagai kanal tanpa menghilangkan sentuhan personal dalam setiap percakapan.

Jika Anda ingin melihat bagaimana Sari.AI bisa disesuaikan dengan kebutuhan layanan pelanggan bisnis Anda, silakan Hubungi Kami untuk konsultasi lebih lanjut.

FAQ

  1. Apakah contact center hanya cocok untuk bisnis besar? Tidak, bisnis kecil pun bisa memulai dengan kanal utama saja sebelum berkembang ke sistem yang lebih lengkap.
  2. Apakah contact center sama dengan customer service? Tidak sepenuhnya. Customer service adalah fungsinya, contact center adalah sistem yang menjalankannya.
  3. Apakah membangun contact center selalu butuh biaya besar? Tidak selalu, karena bisnis kecil bisa memulai secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan.